Google Ciptakan Internet Murah bagi negara-negara berkembang

Google Ciptakan Internet Murah bagi negara-negara berkembang


 Untuk mewujudkan jaringan internet yang stabil dan terjangkau bagi negara-negara berkembang, salah satu raksasa perusahaan media asal Amerika Serikat, yaitu Google pada bulan Oktober lalu secara resmi bergabung dalam sebuah aliansi bernama Alliance for Affordable Internet. Google bergabung dengan koalisi berskala global ini dengan tujuan membantu masyarakat di negara-negara berkembang di seluruh dunia untuk semakin melibatkan mereka dan membantu negara-negara tersebut bersaing dalam dunia perekonomian berskala global. Grup bernama Alliance for Affordable Internet atau singkatnya A4AI ini pertama kali diluncurkan pada 7 Oktober lalu.  Program ini sendiri bertujuan memberikan internet murah bagi negara berkembang tersebut, mungkin termasuk Indonesia.


Jennifer Haroon selaku Google Access Principal dalam Google Public Policy Blog turut menambahkan, bayangkan sebuah dunia dimana Anda hanya perlu mengeluarkan sekitar 30% dari gaji bulanan untuk memiliki akses internet. Namun dapatkah Anda membayarny? Bagi kebanyakan orang hal ini sangat memberatkan dan mengundang banyak pertanyaan, serta harga yang sangat mahal bagi kehidupan sehari-hari dan dapat membuat mereka tidak dapat lagi mengakses internet.
Akan tetapi, sebuah upaya untuk mengurangi biaya akses internet di negara-negara berkembang mulai digalakkan dengan tujuan untuk membantu orang-orang dengan pemasukan yang terbilang hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari.  Oleh karena itu Google bergabung dengan aliansi yang terdiri dari 30 anggota yang diharapkan mampu membuat mimpi mulia itu menjadi  kenyataan. Dari 30 anggota tersebut terdapat nama-nama besar dalam bidang teknologi selain Google, seperti Microsoft, Facebook, Yahoo, dan Intel. Grup ini sendiri bertujuan membantu organisasi milik PBB yang bergerak dalam Komisi Broadband. Mereka sendiri bermimpi agar akses internet mudah dijangkau oleh negara-negara berkembang pada tahun 2015, dan  membutuhkan biaya tidak lebih dari 5% pemasukan bulanan masyarakat.


Tujuan dari A4AI terinspirasi oleh penemu internet yaitu Tim Berners-Lee. Dengan internet murah yang terjangkau, diharapkan adanya perkembangan signifikan dalam hal pendidikan, kesehatan, dan ilmu pengetahuan dari negara berkembang yang ada di dunia. Seperti yang kita semua ketahui, pada saat ini sebagian penduduk dunia belum memiliki akses internet, umumnya karena terkendala biaya. Berners-Lee juga menambahkan bahwa dengan harga internet yang tergolong mahal dapat memperlambat perkembangan dalam hal-hal vital seperti kesehatan, pendidikan dan ilmu pengetahuan itu tadi. Terlebih lagi dengan adanya smartphone dengan harga terjangkau, kabel bawah laut, dan inovasi terbaru dalam hal penggunaan wireless, tidak ada alasan lagi alasan internet yang tidak menjangkau semua lapisan masyarakat. A4AI sendiri akan memulai proyek mereka pada 3-4 negara sebelum tahun 2013 ini berakhir, dan diperkirakan sampai akhir tahun 2015 akan ada sekitar 12 negara berkembang yang akan ikut terlibat.


Regulasi yang mereka terapkan rencananya akan didukung penuh oleh Google dan Facebook untuk menemukan cara terbaik dalam menyediakan jaringan internet di daerah-daerah terpencil, meskipun mereka harus membuat jaringan dari balon udara berdasarkan proyek dari Google yang dinamakan Project Loon untuk menciptakan akses ke jaringan internet. Program ini sendiri akan dikepalai oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg.